Bahaya Aplikasi Yang Rekam Data Retina Masyarakat Ditukar Uang

Petrus Soeganda

Apa Itu World App dan Worldcoin?

  • World App adalah aplikasi dompet digital (crypto wallet) dari proyek Worldcoin, yang digagas oleh Sam Altman (CEO OpenAI).
  • Worldcoin mengklaim ingin menciptakan identitas digital global yang disebut World ID melalui verifikasi biometrik retina mata menggunakan alat bernama Orb.
  • Imbalannya: warga yang bersedia direkam retina-nya akan mendapat sejumlah mata uang kripto WLD (Worldcoin Token) secara gratis.

Masalah dan Bahaya Utama World App di Indonesia

1. Pengumpulan Data Biometrik: Retina Mata

  • Retina adalah data biometrik yang sangat sensitif — lebih sulit dipalsukan, dan lebih permanen dibandingkan sidik jari.
  • Jika data retina bocor atau disalahgunakan, identitas seseorang tidak bisa diubah (berbeda dengan ganti password atau KTP).
  • Tidak ada kejelasan transparan ke mana data retina tersebut dikirim dan disimpan (meski diklaim dienkripsi dan disimpan secara lokal).

2. Eksploitasi Ekonomi

  • Imbalan uang (sekitar Rp500.000 dalam bentuk kripto) digunakan untuk mendorong masyarakat, terutama kelas bawah, untuk menyerahkan data sensitif tanpa memahami risikonya.
  • Ini disebut oleh banyak pakar sebagai bentuk “data mining terselubung” dengan eksploitasi sosial.

3. Potensi Pelanggaran Hukum Indonesia

  • Di Indonesia, data biometrik termasuk dalam kategori Data Pribadi yang Spesifik (Pasal 4 UU No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi).
  • Untuk pengumpulan dan pemrosesan data jenis ini, harus ada izin eksplisit, audit keamanan, dan penyimpanan data di server nasional. Sejauh ini, proyek Worldcoin tidak jelas legalitas dan izin prosesnya di Indonesia.

4. Risiko Keamanan Siber

  • Jika World App atau perangkat Orb disusupi (malware/hack), jutaan data retina bisa jatuh ke tangan pihak jahat.
  • Data retina bisa digunakan untuk identity theft, manipulasi sistem keamanan biometrik, atau dijual di dark web.

5. Tidak Jelasnya Governance dan Audit

  • Worldcoin mengklaim “desentralisasi”, tapi tidak transparan siapa saja yang bisa mengakses dan mengelola data.
  • Tidak ada lembaga independen atau pihak ketiga yang mengevaluasi keamanan, kepatuhan, dan keabsahan proyek ini.

Tanggapan Pemerintah Indonesia (per Mei 2025)

  • Kementerian Kominfo dan BSSN telah menyelidiki Worldcoin dan menghentikan sementara operasional verifikasi biometrik di Indonesia.
  • Worldcoin sedang diminta klarifikasi soal izin pengumpulan data pribadi dan sistem keamanannya.

Rekomendasi untuk Masyarakat

  1. Hindari memberikan data biometrik kepada pihak yang tidak jelas legalitas dan keamanannya.
  2. Jangan mudah tergoda imbalan uang kecil untuk menyerahkan data yang tidak bisa diganti.
  3. Tunggu hasil evaluasi resmi dari pemerintah dan lembaga keamanan siber terkait proyek ini.
  4. Jika sudah telanjur menyerahkan data, segera laporkan ke Kominfo atau Lembaga Perlindungan Data Pribadi.

World App dan proyek Worldcoin menimbulkan masalah etika, hukum, dan keamanan serius di Indonesia. Penukaran data retina dengan uang kripto adalah perdagangan privasi berbahaya yang harus diwaspadai. Teknologi boleh maju, tapi harus diiringi dengan kesadaran hukum dan perlindungan data pribadi yang kuat.

Also Read